kalo buat orang lain gak special…buatku tetep menjadi hari yang selalu bisa mengingatkan kembali makna keberadaanku di dunia sebagai makhluk ciptaanNya…yang sangat kusyukuri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bagaimana pun aku sangat bersyukur masih diberi kesempatan & anugerah umur untuk memperbanyak bekal saat kembali ke sisiNya kelak. Aku cukup bahagia dengan keadaanku saat ini, masih ada orang tua yang menyayangiku, suami yang selalu setia mendampingi dan siap berbagi dalam keadaan apapun, teman2 yang selalu hangat dan ramah padaku..dan banyak orang terkasih yang selalu mengelilingi lingkaran hidupku… Dan yang pasti Alloh begitu sayang padaku untuk selalu menjaga setiap langkah hidupku…
Semoga bekal umur ini bisa kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan segalanya dengan lebih baik….
Kejadiannya sih udah tahun kemaren (tapi bulan Desember kok, jadi masih dimaafkan kalo ditulis di tahun ini..he…he….). Pengalaman pertama buat aku dan suami untuk ‘dipajang’ buat jadi among tamu nikahan temen (habis, biasanya kan among tamu orang yg udah sepuh2 gitu..he..he…). Dan kebetulan kok tumben-tumbennya suami mau lho ya…, biasanya paling susah disuruh pake2 seragam gitu… Ternyata Alhamdulillah banyak yang bilang kalo kami emang serasi, malah katanya serasa kayak pengantin lagi…(session 2…hi…hi)…
Tapi gara2 orang bilang dandanannya bikin ‘manglingi’.., ya apes deh.., banyak temen yang gak ngenalin, jadi mereka cuek aja jalan lewat di depan kami tanpa senyum, nyapa, apalagi ngajak salaman….(he…he….jadi serasa dicuekin ).
Dan dasar temen2 juga bawaannya pada usil, besoknya ada yg bilang kalo kemaren pas ngliat suamiku jadi among tamu tuh dia surprise, kok tumben suamiku ngajak senyum duluan…(ha…ha..ha…emang biasanya gak senyum apa?).. Sampai kata temenku ini, dia sengaja ngliat ke belakang, penasaran jangan2 suamiku dipasangin remote biar bisa tersenyum…(ada2 aja deh mereka tuh…..usilnya). Yang pasti dari pengalaman itu, Alhamdulillah bisa buat me-refresh perasaan kami, seolah diingatkan saat2 dulu kami pertama kali bersanding di pelaminan. Jadi yah…gitu deh…, serasa pengantin baru lagi…. ![]()
Dan yang pasti saat2 itu bisa jadi momentum buat kami untuk kembali memaknai pernikahan kami yang hampir memasuki tahun ke-4. Bentar lagi nih, April…he..he…. (Do’ain lancar-lancaar aja ya…)
Lagi iseng ajah buka www.Blogthings.com , trus aku coba deh mau tau arti namaku..he..he.. Eh ternyata, kayaknya mau nama siapa aja yang dimasukkin…, hasilnya ya hampir ’sami juga sami mawon’, cuman emang ada beberapa item sih yang beda (dan kebetulan ajah cocok sama karakterku ..he…he…) ![]()
So…coba aja…^_^…, buat iseng-iseng kalo lagi suntuk…
Ini nih arti dibalik namaku (katanya) :
| What Srihestinurhayati Means |
You are the total package - suave, sexy, smart, and strong.You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know. You don’t always resist your urges to crush the weak. Just remember, they don’t have as much going for them as you do. You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something. You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing. You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out. You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone. You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life. You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people. You are a very lucky person. Things just always seem to go your way. You are usually the best at everything … you strive for perfection. You are a free spirit, and you resent anyone who tries to fence you in. |
Kami udah menikah hampir 4 tahun…, tapi kalo pergi berdua kemana-mana kok masih banyak yang gak percaya ya kalo kita tuh suami-istri…#? Kalo gak dikira kakak-adik ya dikira orang pacaran.. (aku jadi malu kalo pas main ke tempat2 wisata, disangkain orang lagi pacaran…, padahal asli lho kami sah lho dah married…he..he…). Sampai-sampai saking takutnya gak dipercaya orang, kalo pergi jauh ke luar kota yang harus nginep di hotel, bela-belain bawa surat nikah…ha..ha..ha… Yach, walaupun KTP satu alamat, tapi kan takut dikira malsuin (…’parno’ banget kali ya….?). Kalo cuman cincin kawin, sekarang semua orang suka pada pake cincin juga, gak jaminan banget kan?. Kejadian paling baru ya kemarin ini, pas halal bihalal di kantor suami. Perasaan udah banyak yang tau kalo aku istrinya suamiku..(he..he…bingung kan kalimatnya…), eh pas salaman sama seorang ibu temen kantor suami (yang mungkin belom pernah ngliat aku kali ya…he..he…khusnudzon aja lah..), ibu itu dengan santainya bilang, “eh…ini adiknya ya, lha istrinya mana?” Yang lain cuman pada ketawa aja. Nah lho!!! Aku sampai gak tau mesti ngomong apa, tak bilang aja “iya, ini adiknya..” ha..ha..ha…. Daripada repot, dibikin simple aja malah rame…
Uda, kapan-kapan mungkin kita pakai name tag aja kali ya Da, sumai-istri gitu, atau pakai tempelan stiker…hi..hi…ngaco banget…. :p
“Senyummu di hadapan sudaramu adalah sedekah…” (Nabi Muhammad SAW)
Siapa sih yang nggak suka dikasih senyuman? Apalagi, pas siang-siang, BT, capek, dah gitu yang kasih senyum keliatan tulus banget… Wuuiiihhh…serasa diguyur air pegunungan, segeerr… (He..he..berlebihan gak sih? Gak lah…)
Memang benar, senyuman itu bisa memikat hati, mempengaruhi perasaan manusia, dan ibarat kunci emas untuk pembuka segala kesempatan.
Ternyata, ada sebuah fakta ilmiah, bahwa manusia ketika tersenyum menggunakan 13 otot dari sebagian otot-otot wajahnya. Sedangkan saat bermuka masam/cemberut, membutuhkan 74 otot (pantes pada cepet tua ya kalo kebanyakan cemberut…he..he..). So…, mau pilih yang mana?
Memang, hanya dengansebuah senyuman saja tidak bisa menyelesaikan semua masalah. Tapi lewat senyuman, akan memberi kekuatan/kemampuan untuk menghadapi masalah-masalah itu. Buktiin deh! Tapi, bukan berarti kita harus selalu berjalan sambil senyam-senyum sendiri di setiap waktu dan tempat lho…. (he..he…entar dikira..#@!). Yach…paling tidak kita bisa mencoba cara baru yang berbeda bergaul dengan orang lain. Yuk mulai sekarang kita coba untuk memberikan senyuman tulus dari hati, untuk menampakkan kelembutan, kasih sayang, dan ketenangan kita dalam menghadapi hari-hari di depan kita. Paling tidak coba deh, menanggapi pendapat atau ajakan orang lain dengan senyum (tapi jangan dibuat-buat yach….keliatan lho!! hi..hi…). Kalaupun mau nolak ya tetep dengan senyum juga, gak usah cemberut atau menggerutu, jadi orang yang meminta/mengajak juga gak sakit ati….!
Nah…gampang banget kan, cara menyenangkan hati orang lain dan juga buat terapi diri kita sendiri. Just give your smile…. So, terima aja tulisan ini dengan senyuman juga yach…he..he…
“Senyuman…., jalan lapang menuju hati”.
“Nyawa bisa melayang ketika bersin ??”
Kita semua pasti pernah bersin… (ngaku deh…he..he..). Kayaknya sepele banget n’ gak penting ngomongin soal si ‘bersin’ ini. Tapi tahukah kamu, kalo bersin sbenarnya sebuah “kiamat kecil” ? (What…???)
Sebenarnya, ketika bersin, segala organ pada tubuh berhenti, baik pernafasan, pencernaan, dan saluran air seni. Bahkan denyut jantung juga berhenti saat kita bersin. (Gak percaya?? Coba aja..).
Bersin dianggap sebagai bentuk pertahanan diri yang ‘cerdas’ dan penting untuk menghilangkan semua masalah saluran pernafasan, baik dari kotoran maupun benda asing (seperti serangga) yang masuk melalui lobang hidung. Bayanging aja pas kita pingin bersin, tapi kagak bisa alias gagal, kesiksa banget kan ?
Tapi pada kagak nyadar kan, kalo kecepatan bersin itu bisa mencapai 100km/jam ? (Hebat yach…!!). Saat kita bersin dengan kerasnya, sangat mungkin dapat memecahkan satu dari tulang-tulang rusuk kita. Dan bukan tidak mungkin, saat kita mencoba menghentikan untuk tidak bersin, bisa menyebabkan keluarnya darah di dalam leher/kepala, hingga menyebabkan kematian…! (Astaghfirullah.., begitu dahsyatnya akibat dari hal yang kita anggap sepele..)
Padahal sangat biasa sekali, setelah bersin semenit atau kurang, kita akan merasa biasa saja (Insyaalloh…), alias seolah tidak terjadi apa-apa. That’s the point!! Karena itulah, Rasulullah telah menyebutkan pentingnya bersin bagi tubuh kita dengan membaca Hamdalah (..karena berarti kita bisa melewatinya dengan selamat), dan orang yang mendengar sebaiknya ber-Tasymith (..mendoakan rahmat bagi orang yang bersin).
Jadi jangan sembarangan bersin yach…, segala sesuatu yang Alloh ciptakan pasti ada maksud dan kegunaannya.
Source : All
Waktu aku baca sebuah majalah, ada sebuah kisah yang sangat menggelitik. Jawaban yang begitu sederhana, ternyata memberi makna yang begitu dalam. Kisah ini (mungkin dan semoga) bisa menjadi pemahaman, betapa Alloh begitu dekat dengan makhluknya walaupun kita tidak akan mampu melihatnya.
Story :
Ada seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di suatu negara jauh. Sampai di rumah, ia meminta dicarikan seorang guru agama untuk menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya, datanglah guru agama itu ke rumah si pemuda.
P : Siapa anda? Mampukah anda menjawab 3 pertanya an saya?
GA : Saya seorang hamba Alloh. Dan dengan izin Alloh saya akan menjawabnya.
P : Banyak ilmuwan dan ulama yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya itu.
GA : Saya akan berusaha sepenuh kemampuan saya, dan mengharap pertolongan Alloh
P : Saya mempunyai 3 pertanyaan :
1) Apakah Alloh benar-benar ada? Kalau ada perlihatkanlah bentukNya kepada saya!
2) Apakah Qadha’ dan Qadar?
3) Apabila syaitan diciptakan dari api, mengapa akhirnya dia dilemparkan ke dalam api? Apa gunanya api dilemparkan dalam api?
Seketika, Guru Agama itu menampar muka sang pemuda dengan keras. Pemuda itu berteriak kesakitan sambil berkata : “Mengapa anda menampar saya? Apa yang membuat anda memarahi saya?
GA : Saya tidak memarahi anda. Tapi tamparan itulah yang menjawab semua pertanyaan anda.
P : Apa maksudnya? Saya sungguh tidak mengerti.
GA: Apa yang anda rasakan setelah saya tampar?
P : Tentu saja sakit!
GA : Jadi, yakinkah anda bahwa sakit itu ada?
P : Ya..
GA : Perlihatkanlah bentuk sakit yang anda rasakan itu!
P : Saya tidak bisa…!
GA : Inilah jawaban atas pertanyaan pertama pertama. Kita tahu Alloh ada, tapi kita tidak mampu melihatnya! Apakah semalam, anda bermimpi saya akan menampar anda?
P : Tidak!
GA : Apakah sebelumnya telah terbetik di dalam hati anda bahwa saya akan menampar anda
P : Tidak…
GA : Itulah Qadha’ dan Qadar! Anda tahu, kedua tangan saya yang menampar anda diciptakan dari apa?
P : Dari tanah..
GA : lalu dari apa pula wajah anda yang saya tampar itu diciptakan?
P : Dari tanah!
GA : Apa yang anda rasakan setelah saya tampar?
P : Sakit!
GA : Bagus! Tepat sekali! Walaupun syaitan diciptakan dari api, tapi bila Alloh telah berkehendak, maka api neraka itu akan menjadi sebuah tempat amat menyakitkan bagi syaitan.
Astaghfirullah… Masihkan kita akan meragukan dan mempertanyakan keberadaan-Nya??? Just think it!
Kita renungkan sama-sama yuukkk…!!!
Sumber : Qiblati
Hariii genee…ngliat pada pakai seragam pramuka???
Jadi kangen masa-masa dulu…(Kayak yank udah tua bangettt…)
Yup…tepat tanggal 14 Agustus..(jangan2 udah banyak orang yang gak lagi menyadari tanggal2 ya, tahunya hari2 ngaliiirrr aja…he..he..)
Biasanya sih, dulu pas masa2 SD - SMA pasti kudu - wajib pake baju pramuka, lengkap dengan duk merah putih, n’ pake topi bunder. Kalo aq sih…seneng2 aja, tapi katanya nih… ada (gak semua, tapi ada) yang bilang malu kalo suruh pake baju pramuka. Yang gak asyiklah…, gak kereen lah… n; so on..
Padahal dalam pramuka qta justru diajarin untuk membuat hidup tidak sekedar hidup, tapi juga bermakna buat diri sendiri maupun orang lain. Contohnya ni…, aq masih inget ada pasal2 (..hi..hi..kayak UUD) dalam Dasa Darma Pramuka untuk membiasakan hidup hemat - cermat - dan bersahaja, disiplin - berani- dan setia (tapi bukan berarti berani tapi tanpa perhitungan atau setia pada hal2 yang gak bener… Karena ada pasal selanjutnya ni…. ), bertanggung jawab dan dapat dipercaya… Nah bagian ini nih, yang kadang masih sulit buat kita kerjakan (tul gak…??? Wong aq sendiri juga kadang masih sulit kok…untuk bertanggung jawab dengan tindakanku sendiri…he..he..ngakuuuuu!!!! Tapi dijamin deh…aq orangnya bisa dipercaya kokk…hii..hii…promosiiii!!!@).
Nah …jadi…, yuuuuk maknai kembali hidup kita, dengan mengingat dan mengambil semangat hari pramuka.
SALAM PRAMUKA…!!!!!
Menjelang HUT Kemerdekaan Indonesia, sudah lumrah kalau melihat suasana meriah menyambutnya… (Sama juga kan, bagi yang masih suka merayakan ultahnya???…Jauh2 hari udah sibuk mau bikin acara apa, pakai baju apa, sama siapa, kemana…de..el..el.. He..he..)
Nuansa merah putih sudah pasti menghiasi segala macam benda di sekitar (Eh…kalo bisa bajunya gak usah full merah-putih deh, tar keliru dikibarkan lho ya…!!!).
Tapi apa benar sih, makna kemerdekaan hanya sebatas kemeriahan dan kegembiraan menyambutnya, plus segala embel2 bernuansa merah putih?
Apa benar kemerdekaan berarti bebas melakukan apa saja yang menurut pendapat umum dianggap “wajar”? Padahal…., siapa yang bisa mengukur dengan pasti batas kewajaran seperti apa yang masih bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Yang Maha Pencipta?
Aku berprinsip pada diriku sendiri “Jangan terlalu mengedepankan apa yang orang sebut Hak Asasi Manusia, kalau aku sendiri belum paham tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi”. Karena bisa jadi apa yang kita anggap wajar dalam kehidupan ini, hanya karena orang lain banyak yang melakukan atau menjalankannya, ternyata sangat dibenci Alloh.. (Ya Alloh, jauhkanlah aku dari hal seperti ini. Amin)
Merdeka berarti lepas/bebas dari belenggu hati untuk melakukan sesuatu yang tidak hanya dianggap “wajar” dalam pandangan manusia, tapi juga dapat dipertanggungjawabkan di “kehidupan” yang akan datang. (Tidak ada yang tahu berapa lama kesempatan kita untuk melakukan semua itu, so… jangan sia-siakan!!) MERDEKA….!
Harusnya, aku nulis blog ini, bulan kemaren. Berhubung banyak banget tugas luar, n’ sampai gak sempet nyentuh komputer (he..he..kayak apa aja…), ya baru sekarang deh sempetnya..
Alhamdulillah tepat 10 April 2007, genap 2 tahun usia pernikahanku dengan suami tercinta. 
Masih muda banget ya, kalau untuk ukuran sebuah pernikahan? Tapi, dalam dua tahun ini, aku ngerasa happy banget, bisa bersama dan mendampingi suami, walaupun seringnya aku tinggal2 juga nginep di hotel untuk kegiatan kantor.. (bahkan hampir tiap minggu aku tinggalin.. Kacian banget ya???@. Tapi ya itulah suamiku, beliau sabar banget, pengertian, dan gak pernah komplain, karena beliau paham banget gimana kerjaan kantor. Aku bahagia banget, Alloh udah baik banget ngasih aku pendamping hidup yang bener2 bisa membimbing, melindungi, dan bikin pikiran dan perasaan selalu damai, ada ataupun gak ada disisinya… Dalam dua tahun ini, aku ngerasa banyak banget perubahan dalam diriku, aku bisa lebih sabar ngadepin masalah hidup, tambah gede ghiroh keimananku, n’ yang pasti aku bisa lebih semangat dan tegar menjalani kehidupan ini. Walaupun sampai sekarang belum ada tanda2 punya momongan, tapi suamiku selalu positive thinking aja, mungkin Alloh sengaja ngasih kesempatan buat kami untuk mempersiapkan segalanya dengan lebih baik lagi. Terima kasih suamiku sayang, insyaAlloh, aya akan selalu berusaha menjadi istri yang solikhah, dan yang pasti jadi yang tercantik untuk Uda..(he..he..itu kan yang selalu suamiku bilang…). terima kasih juga untuk kadonya..he..he..(kan Aya jadi punya HP baru…hi..hi…, eit tapi gak pernah minta lho!!)

